UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Pemlaspasan Udel Pekurenan, Ngingsirang Pelinggih Samar Gamang Di Br. Adat Bantas Bale Agung Kapuput Ida Pandita Griya Teguh Wana


SUARABANTAS.COM, Tabanan - Di tengah pesatnya pembangunan, tradisi dan kearifan lokal tetap menjadi prioritas utama. Hal ini dibuktikan oleh warga Banjar Adat Bantas Bale Agung, yang memindahkan Pelinggih Samar Gamang untuk mengakomodasi pembangunan empat unit ruko. Peristiwa ini berlangsung pada Kamis, 19 Mei 2022, pukul 09.00 hingga 11.00 WITA. Awalnya, pelinggih tersebut berada di tengah area yang akan dibangun ruko. Posisi ini dinilai kurang sesuai dengan tata letak bangunan dan kebutuhan lahan parkir.

Berdasarkan permohonan dari pihak pengembang, serta melalui musyawarah dan kesepakatan masyarakat, Pelinggih Samar Gamang akhirnya dipindahkan ke sudut utara agar lebih representatif dan terintegrasi dengan lingkungan baru. Seluruh biaya upacara dan penggantian pelinggih sepenuhnya ditanggung oleh pihak pengembang sebagai bentuk tanggung jawab.

Rangkaian upacara pemindahan ini merupakan bagian dari upacara Yadnya Pemlaspasan Udel Pekurenan. Prosesi suci ini mencakup berbagai ritual, mulai dari mulang dasar, ngetok lait, melaspas, mecaru, melas karang, ngrapuh, ngingsirang, mrelina, hingga nglinggihang. Untuk bangunan ruko, dilakukan pula upacara ngulap ngambe prayascita widhi. Seluruh rangkaian upacara ini dipimpin oleh Ida Pandita Griya Teguh Wana, Desa Tangguntiti.

Menurut petunjuk Ida Pandita, keberadaan Pelinggih Samar Gamang di lokasi baru ini tidak memerlukan upacara odalan rutin. Sebagai gantinya, setiap ada piodalan di Pelinggih Bale Banjar, cukup dilakukan ritual ngejot. Keputusan ini didasarkan pada keyakinan bahwa secara spiritual, kedudukan manusia dianggap lebih tinggi dibandingkan pelinggih tersebut.

Acara sakral ini dihadiri oleh sejumlah tokoh adat dan masyarakat, di antaranya Jro Mangku Bale Banjar I Wayan Gita, perwakilan Jro Klihan Adat I Wayan Sadia, serta beberapa Jro Mangku dan pengembang. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama dalam menjaga harmoni antara pembangunan modern dan nilai-nilai spiritual tradisional. (Adi