UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Jaga Warisan Dunia, Wabup Made Dirga Tekankan Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi di Jatiluwih

Rapat koordinasi, digelar bersama Pansus TRAP DPRD Provinsi Bali pada Kamis (8/1/2026). (Foto Istimewa) 

SUARABANTAS.COM, Tabanan – Pelestarian Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO, Jatiluwih, kini memasuki babak baru. Melalui rapat koordinasi yang digelar bersama Pansus TRAP DPRD Provinsi Bali pada Kamis (8/1/2026), Pemerintah Kabupaten Tabanan menyepakati langkah-langkah progresif untuk menata ulang kawasan ikonik tersebut.

Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, menekankan bahwa penataan Jatiluwih tidak hanya soal regulasi kaku, melainkan tentang menjaga keseimbangan. Menurutnya, perlindungan terhadap sistem Subak harus berjalan beriringan dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat lokal yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata dan pertanian.

"Penataan ini harus progresif. Kita menjaga warisan budaya dunia bukan berarti menghentikan denyut ekonomi, melainkan memastikan keduanya selaras tanpa melanggar aturan tata ruang," tegas Dirga.

Rapat tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, termasuk memperketat pengawasan di lapangan guna mencegah pelanggaran tata ruang di masa depan. Tim Pansus TRAP juga melibatkan guru besar pariwisata untuk memberikan sudut pandang akademis mengenai pengelolaan kawasan sensitif.

Pemkab Tabanan berjanji akan segera mengimplementasikan poin-poin rekomendasi tersebut melalui dinas terkait agar fungsi perlindungan kawasan Subak tetap terjaga sebagai fondasi utama pariwisata budaya di Bali. (*)