UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Pemkab Tabanan Gelar Upacara Ngemijiang Nugtugan Karya Ngenteg Linggih

Pemkab Tabanan Gelar Upacara Ngemijiang: Rangkaian Lanjutan Karya Ngenteg Linggih

SUARABANTAS.COM, Tabanan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan mengawali agenda kerja tahun 2026 dengan memperkuat landasan spiritual melalui upacara Ngemijiang Nugtugan Karya Ngenteg Linggih. Prosesi sakral ini berlangsung khidmat di Padmasana Kantor Bupati Tabanan dan Rumah Jabatan Bupati pada Jumat (2/1/2026).

Ritual ini merupakan bagian dari rangkaian Pujawali Jelih yang berfungsi sebagai kelanjutan dari Karya Tawur Panca Wali Krama yang telah dilaksanakan setahun sebelumnya, tepatnya pada 7 Januari 2025. Upacara ini menjadi momentum penting bagi jajaran pemerintahan untuk memohon restu (nugtugan) atas pembangunan yang telah dan akan berjalan.

Rangkaian prosesi upacara ngemejiang

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, hadir langsung didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya. Turut serta dalam barisan persembahyangan, Wakil Bupati I Made Dirga, Sekretaris Daerah, jajaran Asisten Setda, serta seluruh Kepala Perangkat Daerah dan pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan.

Rangkaian upacara dimulai sejak pagi hari dengan beberapa tahapan utama, antara lain:
* Persiapan dan Nedunang Ida Bhatara: Prosesi menurunkan pratima atau simbol suci dari tempat persemayaman.
* Prosesi Ngemijiang: Ritual inti yang dilaksanakan di Beji Pura Dalem Desa Adat Kota Tabanan.
* Ngelinggihang: Proses menyemayamkan kembali Ida Bhatara yang diakhiri dengan persembahyangan bersama.
* Manjahan Banten & Mekemit: Penataan sesaji piodalan yang dilanjutkan dengan penjagaan suci (mekemit) pada malam hari.
Puncak dari seluruh rangkaian Pujawali Jelih ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Dalam keterangannya usai persembahyangan, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tradisi, melainkan fondasi spiritual dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Ini adalah wujud rasa syukur sekaligus momentum spiritual untuk memohon restu agar tugas-tugas pemerintahan di tahun 2026 berjalan lancar. Kita ingin mewujudkan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM) dengan landasan pengabdian yang tulus," ujar Sanjaya.

Beliau juga mengapresiasi semangat ngaturang ayah (gotong royong suci) dari para Sulinggih, Pemangku, dan Prawartaka karya yang telah mempersiapkan upacara ini dengan dedikasi tinggi. Melalui restu Ida Bhatara, Pemkab Tabanan berharap kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat seiring dengan keharmonisan antara hubungan manusia dengan Tuhan (Parhyangan). (*)