Ritual ini adalah simbol pembersihan diri sebelum puncak Pujawali, agar seluruh krama dalam kondisi suci secara spiritual, ungkap salah satu tokoh adat di sela-sela prosesi.
Jalannya Prosesi dan Mobilisasi Krama
Berdasarkan pantauan di lokasi, upacara ini diikuti oleh elemen lengkap desa adat, mulai dari Pejuru Desa Adat, Pemangku Tri Kahyangan, Juru Rembat/Sapuh, hingga Juru Sunggi. Keterlibatan massa juga terlihat dari kehadiran Krama Penanggap Banjar Gelogor dan Krama Penanggap ke Segara dari Banjar Mambang Kaja.
Mengingat jumlah peserta yang mencapai ratusan, panitia menyiagakan sedikitnya lima unit truk untuk memfasilitasi mobilisasi warga menuju pesisir Pantai Pasut. Di lokasi upacara, dilaksanakan pula prosesi khusus berupa penglukatan bagi para penyade pemangku, juru sapuh, serta juru sunggi guna memastikan kesiapan mereka mengemban tugas suci saat puncak karya nanti.
Pengamanan dan Kelancaran Acara
Guna menjamin keamanan dan kenyamanan selama ritual berlangsung, sejumlah personel Pecalang Desa Adat Bantas dikerahkan untuk melakukan pengamanan ketat. Fokus utama pengamanan terletak pada pengaturan arus lalu lintas dan pengawasan di area bibir pantai, mengingat banyaknya warga yang turun ke laut untuk melakukan pembersihan diri.
Hingga prosesi berakhir, kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar tanpa kendala berarti. Keberhasilan ritual ini menjadi langkah awal yang sakral menuju puncak perayaan di Pura Dalem dan Merajapati Agung Desa Adat Bantas. (*)

