UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Ratusan Krama Desa Adat Bantas Gelar Ritual Mesucian

Ritual Mesucian di Pantai Pasut merupakan rangkaian dari upacara Pujawali Jelih di Pura Dalem dan Pura Merajapati Agung, Desa Adat Bantas, yang puncaknya jatuh pada Rahina Tumpek Krulut, 3 Januari 2026.

SUARABANTAS.COM, Tabanan – Debur ombak Pantai Pasut, Kerambitan, menjadi saksi sakralnya prosesi upacara Mesucian yang diikuti ratusan krama Desa Adat Bantas pada Jumat (2/1/2026). Ritual Mesucian ini digelar sebagai bagian dari rangkaian utama karya Pujawali Jelih di Pura Dalem dan Pura Merajapati Agung, Desa Adat Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur.

Pembersihan Spiritual Jelang Pujawali
Ritual Mesucian bukan sekadar tradisi, melainkan simbol penyucian lahir dan batin bagi krama desa. Upacara ini bertujuan untuk membasuh mala (kotoran spiritual) serta menetralisir energi negatif. 

Dengan menyucikan pikiran (manacika), perkataan (wacika), dan perbuatan (kayika), krama berharap dapat menyambut puncak Pujawali dalam kondisi suci sekaligus memohon perlindungan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Ritual ini adalah simbol pembersihan diri sebelum puncak Pujawali, agar seluruh krama dalam kondisi suci secara spiritual, ungkap salah satu tokoh adat di sela-sela prosesi.

Jalannya Prosesi dan Mobilisasi Krama
Berdasarkan pantauan di lokasi, upacara ini diikuti oleh elemen lengkap desa adat, mulai dari Pejuru Desa Adat, Pemangku Tri Kahyangan, Juru Rembat/Sapuh, hingga Juru Sunggi. Keterlibatan massa juga terlihat dari kehadiran Krama Penanggap Banjar Gelogor dan Krama Penanggap ke Segara dari Banjar Mambang Kaja.

Mengingat jumlah peserta yang mencapai ratusan, panitia menyiagakan sedikitnya lima unit truk untuk memfasilitasi mobilisasi warga menuju pesisir Pantai Pasut. Di lokasi upacara, dilaksanakan pula prosesi khusus berupa penglukatan bagi para penyade pemangku, juru sapuh, serta juru sunggi guna memastikan kesiapan mereka mengemban tugas suci saat puncak karya nanti.

Pengamanan dan Kelancaran Acara
Guna menjamin keamanan dan kenyamanan selama ritual berlangsung, sejumlah personel Pecalang Desa Adat Bantas dikerahkan untuk melakukan pengamanan ketat. Fokus utama pengamanan terletak pada pengaturan arus lalu lintas dan pengawasan di area bibir pantai, mengingat banyaknya warga yang turun ke laut untuk melakukan pembersihan diri.

Hingga prosesi berakhir, kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar tanpa kendala berarti. Keberhasilan ritual ini menjadi langkah awal yang sakral menuju puncak perayaan di Pura Dalem dan Merajapati Agung Desa Adat Bantas. (*)