SUARABANTAS.COM, Tabanan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan terus berupaya memperkuat fondasi budaya kerja positif di lingkungan internalnya. Langkah ini diwujudkan melalui sosialisasi mekanisme penentuan Pegawai Teladan yang digelar di Aula Candra Prabhawa pada Kamis (29/01/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mendalam kepada seluruh jajaran mengenai tata cara, kriteria, hingga proses seleksi penghargaan yang dilakukan secara periodik setiap bulan. Program ini menjadi bagian strategis dalam mendorong produktivitas serta penguatan integritas petugas dalam menjalankan fungsi pelayanan pemasyarakatan.
Membangun Role Model dan Motivasi Kerja
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan bahwa penghargaan Pegawai Teladan bukan sekadar seremoni formalitas. Menurutnya, program ini dirancang sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi petugas sekaligus menciptakan sosok role model yang dapat menginspirasi rekan kerja lainnya.
"Pegawai Teladan adalah cerminan dari komitmen, kedisiplinan, dan integritas dalam pelaksanaan tugas. Kami ingin menghadirkan mekanisme yang jelas dan terukur agar seluruh petugas termotivasi untuk terus memberikan kinerja terbaik bagi institusi," ujar Prawira dalam arahannya.
Transparansi Berbasis Penilaian Objektif
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Kelompok Kerja Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Santhi Ana Dewi, menjamin bahwa proses seleksi dilakukan dengan standar yang ketat.
Ia menjelaskan bahwa penilaian tidak dilakukan secara subjektif, melainkan melalui tahapan yang transparan dan melibatkan berbagai unsur petugas. Hal ini bertujuan agar hasil yang dicapai benar-benar valid dan mencerminkan kualitas kinerja yang sesungguhnya di lapangan.
Melalui sosialisasi ini, Lapas Tabanan berharap adanya transformasi budaya kerja yang lebih profesional, berintegritas, dan senantiasa berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas tinggi. (*)

