SUARABANTAS.COM, Badung – Dalam upaya memperkuat sinergi dan mendengar langsung kondisi di lapangan, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menggelar pertemuan silaturahmi bersama para pelaku industri pariwisata Bali. Acara tersebut berlangsung di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali, Badung, pada Jumat (13/02/2026).
Kedatangan Wapres disambut langsung oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dan Gubernur Bali, I Wayan Koster. Kunjungan kerja ini difokuskan pada dialog interaktif untuk menyerap aspirasi terkait tantangan besar yang tengah dihadapi sektor pariwisata di Pulau Dewata.
Salah satu poin yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah rencana penurunan harga tiket pesawat menuju Bali. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyatakan bahwa langkah ini sangat strategis untuk menggenjot kunjungan wisatawan domestik, terutama menjelang momentum libur Hari Raya Lebaran.
"Pembahasan mengenai penyesuaian tarif tiket ini akan segera kami koordinasikan lebih lanjut dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Perhubungan," ujar Widiyanti.
Selain masalah aksesibilitas, persoalan lingkungan juga menjadi sorotan tajam. Hingga saat ini, pengelolaan sampah masih menjadi kendala di Bali. Penutupan TPA Suwung yang ditargetkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup pada 1 Maret 2026 mendatang dinilai sulit terealisasi dalam waktu dekat mengingat kompleksitas permasalahan di lapangan.
Di tengah upaya perbaikan infrastruktur, faktor keamanan dan keselamatan (safety) tetap menjadi prioritas yang tidak boleh diabaikan. Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Basarnas, Dr. Didi Hamzar, S.Sos., M.M., yang hadir mewakili Kepala BASARNAS, menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel di titik-titik rawan.
"Basarnas memegang peran vital dalam menjamin keselamatan di objek wisata alam, khususnya pada aktivitas wisata tirta (air) dan pegunungan yang memiliki risiko tinggi," tegas Didi Hamzar.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, S.H., M.M., mengungkapkan bahwa pihaknya kerap menangani insiden mulai dari wisatawan terseret arus hingga pendaki yang mengalami cedera.
"Kami berkomitmen penuh mendukung pariwisata Bali dari sisi layanan SAR. Bali adalah wajah utama pariwisata Indonesia di mata dunia, maka standar keselamatannya pun harus maksimal," pungkas Nyoman.
Melalui pertemuan silaturahmi ini, diharapkan tercipta kolaborasi lintas sektor yang lebih solid antara pemerintah pusat, daerah, serta lembaga teknis seperti BASARNAS demi memastikan Bali tetap menjadi destinasi yang aman dan nyaman bagi wisatawan global. (*)

