![]() |
| Rapat koordinasi Desa Adat Bantas dalam rangka persiapan Nyanggra Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1949 tanggal 19 Maret 2026. |
TABANAN, LIPUTANINFOWARGA.COM – Menjelang pergantian Tahun Baru Caka 1948, Desa Adat Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur menggelar rapat koordinasi guna memantapkan rangkaian ritual suci Nyepi. Pertemuan yang berlangsung di Wantilan Desa Adat Bantas pada Minggu (1/3/2026) pagi ini, menghasilkan sejumlah kesepakatan, termasuk dana punia, bagi kreativitas generasi muda dalam pawai Ogoh-Ogoh
Rapat yang dipimpin oleh Pejuru Desa Adat dan dihadiri oleh Perbekel, Sabha Desa, Kertha Desa, hingga Pecalang ini, menekankan pentingnya gotong royong dan kebersamaan dalam menjaga kelancaran Upacara Yadnya yang akan dilaksanakan. Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap pelestarian budaya, Desa Adat Bantas resmi mengalokasikan dana punia sebesar Rp2.000.000,- untuk setiap Sekha Teruna-Teruni (STT) di masing-masing banjar.
Berdasarkan hasil keputusan rapat, rangkaian upacara akan dimulai dengan Melasti pada Senin, 16 Maret 2026. Banjar Gelogor ditunjuk sebagai pelaksana (nanggap) yang akan mengoordinasikan keberangkatan menuju segara, pada pukul 07.00 WITA. Seluruh Duwen Bhatara dari Panti Banjar diwajibkan sudah siap di armada truk 30 menit sebelum keberangkatan guna efisiensi waktu.
Selanjutnya, pada Rabu, 18 Maret 2026, akan dilaksanakan upacara Mecaru yang dikoordinir oleh Banjar Mambang Tengah. Ritual ini dijadwalkan berlangsung dua kali, yakni di Tri Kahyangan pada pagi hari dan di Catus Pata pada pukul 15.00 WITA.
Puncak kreativitas pemuda, yakni Pawai Ogoh-Ogoh, juga dijadwalkan pada Rabu petang. Peserta akan berkumpul di Jalan Kembar bagian utara sebelum menempuh rute menuju Bunut Puhun.
"Kami menghimbau para Yowana (pemuda) untuk menjaga kondusifitas selama pawai. Pengawasan akan diperketat oleh Klian Adat dan Pecalang di setiap wilayah," ujar I Ketut Loka Antara selaku Bendesa Adat Bantas, demikian pula arahan dari Bhabinkamtibmas Desa Bantas I Wayan Kariada agar sama-sama turut menjaga situasi yang kondusif, yang disampaikan dalam rapat tersebut.
Sementara Dana punia yang diberikan diharapkan dapat membantu operasional STT dalam mengekspresikan seni pembuatan Ogoh-Ogoh, dan bersama-sama menjaga ketertiban umum.
Selain persiapan Nyepi, agenda ini juga diisi dengan penyerahan SK bagi Klian Adat Baru untuk wilayah Banjar Bantas Bale Agung, Banjar Bantas Tengah Kaja, dan Banjar Bunut Puhun.
Terkait aspek spiritual lainnya, Desa Adat berencana melakukan konsultasi (Nangkil) ke Griya/Sulinggih untuk memohon petunjuk (pemargi) mengenai upakara Guru Piduka di jalur Merajapati Agung dan Laba Pura. Hal ini menunjukkan komitmen desa dalam menjalankan tata titi adat sesuai petunjuk sastra agama.
Sebagai penutup, Desa Adat Bantas juga mengonfirmasi partisipasi perwakilan Pecalang dalam kegiatan Gelar Agung yang diinstruksikan oleh Majelis Desa Adat (MDA), sebagai upaya penguatan keamanan berbasis adat di Bali. (Adi)

