![]() |
| Anggota DPRD Tabanan, I Made Muskadana, S.Sos., mengucapkan duka cita atas berpulangnya Jro Sapuh Puseh Desa Adat Bantas pada Sabtu (30/5) di Banjar Bantas Bale Agung. |
SUARABANTAS.COM, Tabanan — Suasana duka menyelimuti Banjar Bantas Bale Agung, Desa Adat Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan. Mengingat dedikasi almarhum sebagai pengayah di Pura, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, I Made Muskadana, S.Sos., hadir langsung untuk menyampaikan duka cita atas berpulangnya Jro Sapuh Pura Puseh Desa Adat Bantas, I Made Mudita, pada Sabtu (30/5/2026).
Mendiang I Made Mudita, yang akrab disapa Pekak Prima oleh krama setempat, mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit setelah sempat menjalani perawatan medis. Sebagai bentuk empati dan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah mendedikasikan hidupnya untuk sekala-niskala.
I Made Muskadana, S.Sos., menyempatkan diri melayat ke rumah duka. Kehadiran legislator asal Tabanan ini disambut langsung oleh perwakilan keluarga besar Pura Panti Taman Sari Bendesa Manik Mas, Klian Adat, Kepala Wilayah (Kawil), serta tokoh masyarakat setempat.
Di sela-sela kunjungannya, I Made Muskadana mengenang almarhum sebagai pribadi yang bersahaja dan penuh komitmen dalam menjalankan kewajiban sucinya.
"Mendiang Jro Sapuh I Made Mudita merupakan pribadi yang baik dan penuh dedikasi sebagai seorang pengayah di Pura Tri Kahyangan Desa Adat. Semoga tulus ikhlas pengabdian beliau menuntun jalannya, dan keluarga besar yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," ungkap Muskadana.
Kehadiran wakil rakyat di tengah-tengah krama yang sedang berduka ini memberikan dorongan moral bagi pihak keluarga. Dalam konteks kehidupan berdesa adat di Bali, kehadiran tokoh masyarakat pada momentum kedukaan dinilai sebagai bentuk penguatan ikatan menyama braya.
Hingga saat ini, pihak keluarga beserta prajuru adat setempat tengah mempersiapkan rangkaian upacara adat selanjutnya sesuai dengan dresta (tradisi) yang berlaku di Desa Adat Bantas. (Adi)

