UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Wujudkan Semangat Gotong Royong, Wakil Bupati Tabanan Hadiri Prosesi Ngaben Massal di Desa Adat Punjuan

Made Dirga menghadiri upacara ngaben nassal sawa Pranawa Tandang Mantri di Desa Adat Punjuan, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Tabanan, pada Senin (11/5). (Foto: Istimewa) 

SUARABANTAS.COM, Tabanan – Mewakili Bupati Tabanan, Wakil Bupati I Made Dirga, S.Sos., menghadiri undangan Ngupasaksi (menyaksikan secara resmi) rangkaian Karya Atiwa-Tiwa atau Ngaben Massal Sawa Pranawa Tandang Mantri di Desa Adat Punjuan, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Tabanan, pada Senin (11/5).

​Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Tabanan tersebut disambut hangat oleh warga di Wantilan Desa Adat Punjuan. Acara ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Jero Mangku Lanang Istri, jajaran anggota DPRD Provinsi Bali dan DPRD Kabupaten Tabanan, Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Baturiti, Perbekel Desa Luwus, serta Bendesa Adat se-Desa Luwus.

​Upacara keagamaan skala besar ini merupakan bentuk komitmen krama (warga) dalam menjalankan kewajiban suci Pitra Yadnya secara bersama-sama. Puncak pengabenan dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026 (Anggara Wage Gumbreg).

​Secara teknis, Ngaben Massal ini diikuti oleh 96 Kepala Keluarga (KK). Adapun rincian prosesi yang akan dilaksanakan meliputi:

​29 Sawa (jenazah) yang akan diaben.
​29 Nyekah (upacara penyucian roh tahap lanjut). 28 Ngelangkir (upacara untuk atma yang belum mencapai tahap dewasa).

​Dalam sambutannya, Wakil Bupati I Made Dirga menyampaikan apresiasi mendalam kepada masyarakat Desa Adat Punjuan. Ia menilai, pelaksanaan karya secara kolektif ini bukan sekadar menjalankan ritual keagamaan, melainkan bukti nyata kuatnya sendi-sendi kebersamaan di tingkat desa.

​"Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan karya ini. Hal ini mencerminkan nilai gotong-royong yang luar biasa, rasa kebersamaan, serta dedikasi masyarakat dalam menjaga kelestarian tradisi dan adat istiadat yang telah diwariskan secara turun-temurun," ujar Wabup Dirga.

​Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap melalui upacara ini, krama Desa Adat Punjuan dapat terus memupuk persatuan (kerukunan) demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat berlandaskan nilai-nilai spiritual. (*)