UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Kisah di Balik Lagu 'Bali Sutrepti', Harmoni Kedamaian di Panggung Kebudayaan

Lomba Lagu Pop Bali yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Denpasar, pada Minggu (19/7). (Foto: Istimewa) 

SUARABANTAS.COM, Denpasar — Lantunan nada penuh makna menggema di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center pada Minggu (19/7). Dalam ajang Lomba Lagu Pop Bali yang menjadi rangkaian Festival Seni Bali Jani, sebanyak 25 finalis diwajibkan membawakan lagu bertajuk Bali Sutrepti karya legendaris I Gede Dharna, selain satu lagu pop Bali pilihan umum.

Secara filosofis, lagu Bali Sutrepti bukan sekadar untaian nada pop biasa. Karya ini membawa pesan mendalam mengenai harapan, doa, dan rasa aman, tenteram, damai, serta sejahtera. Dalam kebudayaan masyarakat lokal, istilah ini kerap disematkan untuk mendoakan keharmonisan lingkungan dan Pulau Dewata, sebagaimana tecermin dalam frasa "jagat asri sutrepti"—sebuah manifestasi alam yang indah, aman, dan sejahtera.

Penyampaian pesan kedamaian lewat lagu wajib ini disaksikan langsung oleh Ibu Putri Koster, pencinta dan penekun kesenian Bali yang mengapresiasi tinggi jalannya kompetisi.

Proses penilaian lomba ini terbilang kompetitif. Sebelum tampil langsung di atas panggung, 25 peserta ini harus bersaing memperebutkan posisi finalis melalui penilaian video digital. Kini, setelah memperlihatkan kemampuan olah vokal terbaik mereka di hadapan publik, ke-25 peserta tersebut tinggal menunggu keputusan dewan juri yang akan menyaring mereka menjadi 3 besar pemenang utama. (*)