UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Krama dan Pejuru Banjar Bantas Bale Agung Kompak Ngayah Ngruak Jalan Pengrarung

Upacara ngruak di jalan pengrarung, mohon kerahayuan dan keselamatan sebelum proses pembetonan, Kamis (13/8). 

SUARABANTAS.COM, Seltim - Prosesi upacara ngruak di Jalan Pengrarung berlangsung lancar pada Kamis (13/8/2026). Acara ngayah ini dilaksanakan secara bersama oleh Pejuru Banjar Bantas Bale Agung, Mangku Banjar, Mangku Tri Kahyangan (Dalem dan Prajapati), Srati, serta Sekha Santhi. Acara ngruak di koordinir Klian Adat Bantas Bale Agung, I Ketut Darmika. 

Akses Jalan Pengrarung selama ini vital digunakan oleh masyarakat Banjar Bantas Bale Agung, khususnya saat pelaksanaan upacara Pitra Yadnya. Pembetonan jalan ini dilakukan untuk menindaklanjuti aspirasi krama kepada Pejuru Adat demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan warga saat melintas.

Ritual ngruak merupakan prosesi pembersihan dan penyucian lahan secara spiritual sebelum pembetonan dimulai. Tujuan utamanya adalah menetralisir energi negatif agar area tersebut menjadi tenang, suci, dan aman.

Sesuai kearifan lokal berbasis konsep Tri Hita Karana, upacara ini juga menjadi bentuk permohonan izin kepada para penguasa alam dan Bhuta Kala. Melalui persembahan caru atau segehan, krama memohon agar kekuatan alam bawah tidak mengganggu, sehingga seluruh proses pengerjaan jalan dapat berjalan lancar tanpa hambatan. (*)