UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Bali Berangsur Pulih, Bantuan Kemanusiaan dan Perbaikan Infrastruktur Terus Disalurkan Pascabanjir

Gubernur Koster saat meninjau dampak banjir di Pasar Kumbasari, Rabu (10/9). (Foto: Istimewa) 

SUARABANTAS.COM, Denpasar – Pascabanjir besar yang melanda sebagian wilayah Bali pada 10 September 2025, pemerintah provinsi dan pusat bersinergi dalam upaya pemulihan. Bencana yang disebabkan oleh hujan lebat selama lebih dari 24 jam akibat aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby ini telah menyebabkan kerugian besar, termasuk korban jiwa, kerusakan fasilitas umum, dan kerugian material bagi para pedagang.

Banjir yang disebut-sebut sebagai yang pertama kali terjadi dengan skala besar di Bali ini memicu penetapan status tanggap darurat selama tujuh hari, terhitung sejak 10 hingga 16 September 2025. Status ini menjadi dasar hukum bagi pemerintah daerah untuk menggunakan anggaran APBD guna menyalurkan santunan dan bantuan sosial.

Dampak paling parah dirasakan di Kota Denpasar, di mana air Tukad Badung meluap hingga menggenangi Pasar Badung, Pasar Kumbasari, dan area pertokoan di Jalan Sulawesi. Selain itu, beberapa kabupaten lain seperti Badung, Jembrana, Gianyar, Karangasem, dan Klungkung juga turut terdampak.

Hingga saat ini, tercatat 17 korban jiwa akibat bencana ini, dengan rincian 11 orang di Denpasar, 3 di Gianyar, 2 di Jembrana, dan 1 di Badung. Sementara itu, lima orang lainnya masih dalam pencarian intensif oleh tim gabungan BASARNAS dan relawan. Kerugian juga menimpa para pedagang di Pasar Badung dan sekitarnya, yang kehilangan barang dagangan dan peralatan.

Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, dan Pemerintah Pusat bergerak cepat dalam penanganan. Para korban meninggal dunia akan menerima total santunan sebesar Rp45 juta per orang, yang bersumber dari Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kota/Kabupaten. Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan sejumlah menteri kabinet juga menunjukkan perhatian serius dengan mengunjungi langsung lokasi terdampak.

Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam rilis persnya pada Minggu, 14 September 2025, menyampaikan bahwa kerugian material bagi para pedagang sedang dalam proses perhitungan untuk realisasi ganti rugi. Perbaikan fasilitas umum, jalan, dan bangunan rusak juga akan dibantu oleh Pemerintah Pusat. Berkat kerja keras seluruh pihak, Pasar Badung dan Pasar Kumbasari dipastikan dapat kembali beroperasi dalam beberapa hari ke depan.

Lebih lanjut, Gubernur Koster menegaskan bahwa kondisi Bali secara umum sudah aman dan kondusif, dan tidak ada gangguan terhadap akses menuju destinasi pariwisata maupun Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal ini dibuktikan dengan data kedatangan wisatawan asing yang tetap stabil, dengan rata-rata 22.545 orang per hari pada periode 1-11 September 2025.

Penanganan pascabanjir yang cepat dan terkoordinasi menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi warganya dan memulihkan kondisi ekonomi serta sosial. Solidaritas dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat Bali, juga menjadi kunci percepatan pemulihan ini. (*)