UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Kalung Wahyu Memanfaatkan Energy Alam Dan Sebagai Sarana Pengobatan

SUARA BANTAS. Keajaiban Kalung Wahyu bisa digunakan untuk  mengobati sengatan atau gigitan binatang berbisa. Kalung Wahyu bisa dipakai mulai dari balita hingga dewasa. 

Dipercaya oleh masyarakat bahan-bahan pingit seperti Uli Gadang bisa digunakan untuk menetralisir cetik dan pengaruh ilmu hitam. Uli Hitam sebagai simbol kekuatan dan Uli Merah untuk menjaga diri, para penekun spiritual meyakini tanaman tersebut memiliki aura spiritual dan sudah dipasupati oleh alam.

Begitu pula Keajaiban Kalung Wahyu yang berisi bahan-bahan sakral dan pingit tersebut memiliki aura dan energi spiritual. 
Drs. I Nyoman Suardana selaku praktisi spiritual dan tokoh pendidik yang merancang Kalung Wahyu tersebut.

Drs. I Nyoman Suardana konsep Kalung Wahyu adalah metulung dan meyadnya
Ia menjelaskan bahwa tujuan membuat Kalung Wahyu ini adalah untuk melestarikan pengetahuan leluhur, bisa juga dijadikan sarana pengobatan serta sebagai sarana menjaga diri terutama dari pengaruh energy negatif. Hal ini Ia lakukan karena dari pengalamannya sebagai praktisi spiritual, banyak terjadi hal-hal diluar logika. Secara medis dikatakan sehat namun orang tersebut masih mengalami kondisi sakit yang tidak bisa dipahami dengan nalar.

Kalung Wahyu sarana menjaga diri dan pengobatan
Berdasarkan pengalaman tersebut Drs. I Nyoman Suardana ada panggilan nurani/kleteg bayu untuk membuat Kalung Wahyu yang dapat digunakan sebagai sarana menjaga diri bukan berarti mengabaikan kebesaran dan kemahakuasaan Tuhan, semua ini adalah konsep metulung dan meyadnya, karena banyak hal diluar logika yang sering terjadi  pada saat menolong orang khususnya karena faktor non medis. Mudah-mudahan dengan sarana Kalung Wahyu atas peswecan Ida Sang Hyang Widhi Wasa semeton sami selamet rahayu sekala-niskala "ujarnya.

MANFAAT  :
- Penangkal tuyul/brerong
- Penangkal santet
- Penangkal leak jahat
- Penangkal hipnotis jahat
- Penangkal gendam
- Penyengker karang/toko

BAHAN-BAHAN :
Panca datu, uli gadang, uli merah, uli hitam, intan, 36 macam batu mulia, les-lesan, debu brahma gni, ranjau gaib, dasa aksara dan bahan pingit lainnya.

ATURAN PAKAI :
1. Pakai terus siang dan malam kemana saja pergi, baik ketempat orang meninggal/undangan/menikah/wc/sembahyang dll.
2. Baik untuk meditasi aura kalung menjadi bersih.
3. Apabila secara terus-menerus dipakai maka secara medis akan sehat, karena kalung ini akan menyerap toksin dan akan dibuang.
4. Untuk menghindar dari tuyul/bererong (taruh saja kalung ditempat barang yang akan dilindungi).
5. Kalau untuk menyengker pekarangan/warung/rumah/mobil/motor dll rendam kalung Wahyu minimal 11 menit dan mohon perlindungan pada penguasa kalung, leluhur, penguasa alam ditempat. Misalnya mohon 1 hari, 3 hari atau seminggu. Biar aman, kemudian air kita percikan ke barang yang kita sengker.
6. Untuk melindungi keluarga caranya sama dengan poin nomer 5 ditambah dengan diminum (makin sering diminum semakin bagus).
7. Jika disengat tawon/lipan/kalajengking/ular dll ditempel saja ditempat minimal 30 menit sampai sehat.
8. Radius kalung Wahyu maximal 5 meter.
9. Jika sakit miggrain/maagh/datang bulan bagi wanita tempel ditempat yang sakit sampai dirasakan sembuh.
10. Selamat mencoba, semoga ada manfaatnya.

Keajaiban Kalung Wahyu berisi bahan-bahan sakral sesuai konsep ajaran leluhur

TESTIMONI KALUNG WAHYU 
(1). Nengah Sugiarta asal Br. Pengasahan desa Lalanglinggah, kecamatan Selemadeg Barat menceritakan pengalamannya pernah mengalami berbagai keluhan kesehatan seperti : sakit maag, migraen, gangguan jantung bahkan sesak nafas dan sudah berobat medis dan non medis bila ditotal biaya yang sudah dikeluarkan telah menghabiskan dana sekitar Rp.150 jt an namun kondisi kesehatannya belum juga ada perubahan. 

Diantara rasa pasrah dan depresi karena kesehatan juga kurang membaik. 
Dirinya mencoba kembali pengobatan alternatif, tehnik pengobatan Bambu Kuning dikarenakan antara rumah dan sekretariat PTD. Bambu Kuning Cabang Tabanan masih satu wilayah tepatnya di Br. Pengasahan Desa Lalanglinggah setelah mendapat pengobatan terapi tenaga dalam Bambu Kuning, perlahan-lahan Nengah Sugiarta merasakan kondisi kesehatannya membaik, tanpa pikir panjang karena merasa ada perubahan kesehatan yang membaik. 

Nengah Sugiarta bersama istri, sejak menggunakan Kalung Wahyu kondisi kesehatannya membaik
Ia pun memutuskan untuk ikut latihan Bambu Kuning yang dibina langsung oleh Ketua PTD. Bambu Kuning Cabang Tabanan Drs. I Nyoman Suardana dan disarankan menggunakan Kalung Wahyu sebagai sarana untuk pengobatan dan menjaga kesehatan karena terbuat dari bahan-bahan sakral. 

Setelah menggunakan Kalung Wahyu dan merasakan manfaatnya, Nengah Sugiarta mereferensikan Kalung Wahyu wajib untuk dimiliki dan dipakai dalam keseharian sebab tidak ada pantangan didalam memakai Kalung Wahyu "imbuhnya.

(2). Pengalaman Jero Alit asal desa Gadungan, kecamatan Selemadeg-Timur yang juga penekun spiritual sering juga membantu menolong masyarakat terutama yang mengalami gangguan non medis. Jero Alit menyadari rwa bhineda kehidupan itu pasti ada, sebagai hamba yang percaya dengan kebesaran Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan merasakan energi positif dalam Kalung Wahyu, diceritakan sejak menggunakan Kalung Wahyu Jero Alit merasa aman dan terlindungi. 

Jero Alit merasa aman dan terlindungi menggunakan Kalung Wahyu
(3). Setelah berobat ke puskesmas dan ke dokter Mbah Abim tetap mengalami keluhan gatal-gatal diseluruh badannya, namun setelah mendapat informasi mengenai Kalung Wahyu kemudian mencoba memakai Kalung Wahyu rasa gatalnya mulai hilang, hal ini pun sulit dipercaya. Karena sudah merasa baikan dan gatal dibadannya hilang Mbah Abim pun mereferensikan  agar masyarakat yang belum punya Kalung Wahyu untuk segera memilikinya sebab memiliki banyak manfaat.

Mbah Abim bersama suami warga asal Br. Bengkel, Selemadeg Barat, Tabanan Bali. Gatal-gatal dibadan hilang setelah memakai kalung wahyu.

Informasi dan pemesanan hubungi:
Drs. I Nyoman Suardana
Ketua PTD. Bambu Kuning 
Cabang Tabanan, Bali
Desa Lalanglinggah, Br. Pengasahan, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan.