UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Panca Suda, Petirtan Jolotundo Mojokerto Ritual Pembersihan Pengleburan Untuk Keselamatan Alam Dan Umat Bersama Yayasan Tri Murti Nusantara

SUARABANTAS.COM, MOJOKERTO. Ritual Panca Suda di Petirtan Jolotundo merupakan ritual dengan menghaturkan upakara sebagai wujud srada dan bhakti kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa. Turut hadir pada kesempatan tersebut : tokoh masyarakat dan Pak Lurah beserta rombongan Yayasan Tri Murti Nusantara. Ritual Panca Suda dipuput oleh Ida Bawati Lanang Istri Manubawa Iswaram.

Pelaksanaan ritual Panca Suda bertempat disumur mata air Petirtan Jolotundo sebagai sentral ritual Panca Suda mendoakan alam semesta dari segala penjuru, semoga menjadi bersih, rahayu dan rahajeng beserta dengan sang sane maurip ring mercapada yang ada dibumi dan dialam semesta ini. Ritual Panca Suda untuk pembersihan, pengleburan dari segala mala petaka, keletehan baik disejebag Jawa dan Nusantara itulah tujuan utama dari ritual Panca Suda yang disampaikan oleh panitia penyelenggara. 

Sehingga setelah ritual diharapkan aura dan ide positif akan datang untuk kemajuan Nusantara. Kedepannya bisa lebih maju dan lebih baik dari sebelumnya. Ritual Panca Suda juga merupakan bagian  program kerja Yayasan Tri Murti Nusantara dibidang  upacara ataupun kerohanian khususnya agama Hindu.

Prosesi ritual Panca Suda juga diikuti dan  disaksikan oleh umat yang lain dilingkungan Petirtan Jolotundo ikut mendoakan alam semesta ini, pada saat prosesi ritual penglukatan atau penyucian diri di Petirtan Jolotundo. 

Diceritakan oleh panitia penyelenggara, keberadaan Petirtaan Jolotundo adalah peninggalan tempat permandian Raja Airlangga. Dikutip dari berbagai sumber catatan sejarah, Candi Jolotundo merupakan bangunan petirtaan peninggalan Raja Udayana dari Bali, diperuntukan bagi Raja Airlangga, puteranya, setelah dinobatkan menjadi Raja Sumedang Kahuripan.

Beberapa umat yang lain yang berada dilingkungan Petirtan Jolotundo bersama tokoh masyarakat sangat antusias dan memberikan apresiasi positif terhadap upacara ritual Panca Suda. Petirtaan Jolotundo merupakan kawasan petirtaan yang dibangun sejak masa Medang akhir (periode Jawa Timur) dan masih berfungsi hingga sekarang. Terletak di kaki barat Bukit Bekel, salah satu "gunung pendamping" Gunung Penanggungan, dan berada dalam wilayah Kabupaten Mojokerto, tepatnya di Dukuh Balekambang, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas.

Sejalan dengan visi-misi Yayasan Tri Murti Nusantara, secara implementasi telah melaksanakan ritual keagamaan secara masal dan kegiatan usada kepada masyarakat yang terjadwal dalam perencanaan jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang. Dengan poin utama memurnikan Taksu Bali dan Nusantara merancang program yang bermanfaat bagi masyarakat searah dengan nilai-nilai Tri Hita Karana adanya harmonisasi dan cinta kasih dalam merealisasikan program kerja Yayasan Tri Murti Nusantara dan bisa bermanfaat bagi masyarakat baik itu dibidang sosial, spiritual, ekonomi serta menjalin kerjasama dengan Pemerintah, "imbuh Ayu Parwati. 

Setelah selesai mengikuti ritual Panca Suda pada kesempatan tersebut Minggu, (21/11/21) Ketum Yayasan Tri Murti Nusantara bersama pengurus DPD Mojokerto merayakan HUT Tri Murti Nusantara secara sederhana. Mengenai visi - misi Jero Ayu Parwati menjelaskan, "Visi Yayasan Tri Murti Nusantara adalah membangun sumber daya manusia yang beretika, berbudaya dan spiritual. Cerdas intelektual, cerdas material, cerdas spiritual. 

Sementara untuk, "Misi Yayasan Tri Murti Nusantara adalah : meningkatkan spiritual keagamaan dan kerohanian, menciptakan kenyamanan dan  memantapkan keyakinan umat beragama, mewujudkan generasi penuh cinta kasih, arif, santun dan berwibawa, pengembangan sumber daya manusia yang cerdas beretika, santun dan bijaksana, melestarikan warisan budaya leluhur nusantara, membangun kepedulian sosial, memurnikan dan melestarikan taksu Bali dengan dasar warisan luhur.

Program peduli sosial dan langkah nyata Yayasan Tri Murti Nusantara mendapat apresiasi dan respon yang baik dari Lurah setempat. Dengan ikutnya Bapak Polo selaku Ketua Adat setempat dan turut sebagai pengurus DPD Mojokerto diharapkan semakin mempererat nilai-nilai persatuan dan kesatuan serta semangat kebersamaan dalam mengimplementasikan visi-misi Yayasan Tri Murti Nusantara. 

Jero Ayu Parwati mengucapkan terima kasih kepada sesepuh Majapahit, Mbah Mangku Bumi yang telah menjamu dan menerima dengan baik kehadiran Pengurus Yayasan Tri Murti Nusantara di Triwulan Pendopo Majapahit. Bersyukur kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa acara Panca Suda di Petirtan Jolotundo berjalan lancar. Jero Ayu Parwati berdoa semoga semua pihak yang telah mendukung kelancaran acara tersebut diberkati oleh Tuhan dan leluhur nusantara rahayu sekala-niskala, terutama kepada Ida Bhawati Lanang Istri dengan ikhlas membantu proses ritual Panca Suda tersebut, "pungkasnya. (Adi)