SUARABANTAS.COM, Tabanan – Ribuan masyarakat memadati kawasan depan Jaba Pura Dalem Prajapati, Desa Adat Kota Tabanan, pada Rabu (18/3/2026). Kehadiran massa tersebut guna menyaksikan Pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1948. Selain menjadi ajang unjuk kreativitas yowana, parade tahun ini secara khusus menggaungkan misi lingkungan melalui kampanye "Tabanan Bersih".
Rangkaian acara dimulai dengan ritual persembahyangan Tawur Agung Kesanga di Catus Pata Kota Singasana yang dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, M.M. Upacara ini dilaksanakan dengan tujuan menyucikan alam semesta serta menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta sebelum memasuki masa penyepian.
Sebanyak 25 ogoh-ogoh dari 24 Banjar Adat di bawah naungan Desa Adat Kota Tabanan turut berpartisipasi dalam pawai kali ini. Bupati Sanjaya, dalam sambutannya saat membuka acara, memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan estetika dan teknologi yang diterapkan oleh para pemuda (yowana) dalam menciptakan karya seni tersebut.
"Kita sudah melaksanakan tradisi melepas ogoh-ogoh di Desa Adat Kota ini selama 26 tahun sejak tahun 2000. Perkembangannya luar biasa; dari yang semula sangat sederhana, kini sudah sangat canggih dengan sentuhan teknologi," ujar Sanjaya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen penuh untuk terus hadir mendukung kreativitas generasi muda sebagai pilar penting dalam mewujudkan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.
Momentum pawai tahun ini tidak hanya menonjolkan sisi artistik, tetapi juga membawa pesan sosial yang kuat. Bendesa Adat Kota Tabanan, I Made Suwardika, menjelaskan bahwa panitia menerapkan aturan ketat terkait kebersihan selama jalannya parade.
Setiap kelompok yowana yang mengiringi ogoh-ogoh diwajibkan membawa kantong sampah (polybag) untuk memungut sampah yang berserakan di sepanjang rute pawai. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kemeriahan budaya tidak menyisakan tumpukan sampah plastik yang merusak lingkungan.
"Kebersihan adalah isu nasional yang menjadi tanggung jawab kolektif. Kami ingin memastikan lingkungan tetap sehat dan nyaman meski di tengah keramaian malam pengerupukan," tegas Bupati Sanjaya.
Menutup rangkaian pembukaan, Bupati Sanjaya juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan Catur Brata Peningetan bagi umat Hindu, serta ucapan selamat menunaikan ibadah puasa dan menyambut Idul Fitri bagi umat Muslim di Tabanan. Pesan ini menekankan pentingnya menjaga toleransi dan kedamaian di tengah masyarakat Tabanan yang heterogen.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati I Made Dirga, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, serta tokoh-tokoh adat dan perangkat daerah setempat. (*)

