PTD. Bambu Kuning Cabang Tabanan Dibantu 5 Pemangku Dalam Upaya Melestarikan Ilmu Wahyu Asli Asal Bali

SUARA BANTAS. Mengemban mandat melestarikan ilmu wahyu asli asal Bali, PTD. Bambu Kuning Cabang Tabanan bersama jajaran pengurusnya membangun komunikasi kembali dengan anggota BK lawas untuk saling berbagi dan memantapkan jnana ilmu BK agar nantinya bisa diimplementasikan untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat hal ini pun sejalan dengan harapan Pinisepuh bahwa anggota Bambu Kuning wajib untuk menegakkan dharma dimanapun berada yang dilandasi dengan kasih sayang, saling menghargai dan menghormati satu sama lain bahwa kita sebagai umat manusia pada hakekatnya adalah semua bersaudara, sebagai keluarga besar dimuka bumi ini.


Sementara itu Jero Mangku Wayan Lasi selaku Pembina Senior di Kabupaten Tabanan berharap kepada anggota yang sudah mempelajari dan menerapkan ilmu BK diharapkan bisa bersinergi dengan dresta atau tatanan desa kala patra yang ada, sesuai dengan adat masing-masing, baik secara tatwa maupun ritual. Satu sama lain saling menguatkan dengan tujuan yang sama, yakni melestarikan ajaran leluhur dan budaya Bali, relevan dengan nilai-nilai Tri Hita Karana, adanya harmonisasi antara parahyangan, palemahan dan pawongan.

Keilmuan BK sepatutnya dilakukan dengan penuh keyakinan dengan tetap menjaga etika sopan santun, kerendahan hati yang menjadi tolak ukur dalam lingkungan sosial masyarakat. Paling tidak anggota BK bisa menjadi teladan yang baik dimanapun berada sesuai dengan kemampuan masing-masing, "ujarnya.

Dalam rangka mengembangkan PTD. Bambu Kuning Cabang Tabanan setelah berdiskusi dengan jajaran pengurus, agar anggota di PTD. Bambu Kuning Cabang Tabanan nantinya lebih memahami nilai-nilai luhur ajaran BK baik itu secara tatwa maupun ritual, perlu ada diskusi berkesinambungan. Tentunya keilmuan BK yang disesuaikan dengan tatanan adat istiadat setempat, seperti kata pepatah dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, " imbuh Nyoman  Suardana.


Drs. I Nyoman Suardana selaku Ketua Cabang  nantinya dalam mengembangkan jnana ilmu BK dibantu oleh 5 Pemangku dan mereka semua anggota BK lawas diantaranya : Jero Mangku I Wayan Lasi , Jero Mangku I Wayan Rana, Jero Mangku Sudiasa, Jero Mangku Jusna dan Jero Mangku I Wayan Winta untuk membantu melestarikan dan mengedukasi metode ilmu BK kemasyarakat maupun kepada anggota seperti metode : pembersihan pekarangan, penglukatan gering, penyupatan dan usadha.

Diakui oleh Drs. I Nyoman Suardana bahwa selama ini banyak keterbatasan dalam mengembangkan organisasi PTD. Bambu Kuning Cabang Tabanan, diharapkan peran seluruh semeton BK yang ada di Tabanan secara bersama-sama dengan komitmen yang sama, turut berpartisipasi secara aktif dalam melestarikan ilmu wahyu asli asal Bali ini.

Dibandingkan dengan konsep leluhur, kita sebenarnya tidak ada apa-apanya, kita diwarisi Pura Besakih, Pura Lempuyang dan lain-lain betapa hebat dan jeniusnya leluhur kita, sementara kewajiban kita sebagai generasi penerus yang lahir di Bali sudah sepatutnya meneruskan nilai-nilai dharma ajaran leluhur tersebut, sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan, hidup bermakna dengan saling tolong menolong sesuai hakekat ilmu Bambu Kuning, "pungkasnya. (Adi)
Suara Bantas adalah media jurnalisme warga melayani liputan, talkshow, iklan untuk muat di media radio, media cetak dan media online. Bekerjasama dengan media lokal dan nasional. HP/WA : 087860515872