![]() |
Kemeriahan perayaan Cap Go Meh 2026 di Vihara Dharma Cattra, Tabanan, Selasa (3/3), menjadi bukti nyata semakin eratnya pembauran budaya antara masyarakat Tionghoa dengan pemerintah dan warga lokal. |
SUARABANTAS.COM, Tabanan – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri perayaan Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh di Vihara Dharma Cattra, Jalan Melati No. 18, Tabanan, pada Selasa (3/3). Dalam momentum tersebut, Bupati menekankan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan fondasi utama dalam mewujudkan visi pembangunan daerah.
Acara yang menutup rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2026 ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, anggota DPD RI, anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten, serta tokoh masyarakat. Kehadiran orang nomor satu di Tabanan ini disambut dengan atraksi Barongsai Pusaka Cattra dan dilanjutkan dengan persembahyangan bersama di altar vihara sebagai wujud syukur atas kedamaian di Kabupaten Tabanan.
Dalam pidatonya, Bupati Sanjaya mengingatkan bahwa status Harmony Award yang disandang Tabanan harus diimplementasikan secara nyata, bukan sekadar penghargaan administratif. Menurutnya, pembauran budaya yang semakin terbuka dalam tiga tahun terakhir, termasuk pemasangan lampion di sudut kota, adalah bentuk dukungan pemerintah terhadap keberagaman.
"Sehebat apa pun sebuah bangsa, tanpa kerukunan tidak akan pernah bisa menciptakan keberhasilan. Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani hanya bisa dicapai jika kita rukun dan harmonis," tegas Sanjaya di hadapan umat yang memadati vihara.
Ketua Yayasan Kertayasa Tabanan, Liem Surya Adinata, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan penuh pemerintah daerah. Ia berharap kepemimpinan Bupati Sanjaya terus membawa semangat toleransi yang kuat bagi seluruh warga Tabanan. Acara diakhiri dengan ramah tamah menikmati hidangan khas Lontong Cap Go Meh sebagai simbol kebersamaan. (*)

