SUARABANTAS.COM, Denpasar – Kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam memberikan perhatian khusus kepada para pemuka agama Hindu (Sulinggih) mendapatkan apresiasi mendalam. Ida Mpu Brahmananda, seorang tokoh spiritual di Bali, menyatakan kekagumannya terhadap kualitas pelayanan publik yang dinilai telah menempatkan nilai-nilai kearifan lokal dan penghormatan terhadap pengabdi umat pada posisi yang sangat terhormat.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ida Mpu Brahmananda melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada Senin (20/4/2026). Beliau menceritakan pengalaman pribadinya saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) sebuah institusi kesehatan milik Pemerintah Provinsi Bali.
Dalam testimoninya, Ida Mpu Brahmananda mengungkapkan bahwa meski dirinya merupakan peserta layanan BPJS Kesehatan, fasilitas dan pelayanan yang diterima di RS Bali Mandara setara dengan kelas VIP. Namun, beliau menekankan bahwa esensi dari kepuasannya bukan sekadar soal fasilitas fisik yang mewah, melainkan adanya nilai penghormatan terhadap status Sulinggih sebagai penjaga spiritual masyarakat.
"Bukan semata kenyamanan yang terasa, tetapi penghormatan pada pengabdi umat, Sulinggih atau Pandita. Kebijakan Bapak Gubernur Wayan Koster yang memberi perhatian khusus kepada para sulinggih merupakan indikator bagaimana beliau memberikan penghargaan pada dharma dan pengabdian," tulis Ida Mpu Brahmananda.
Kebijakan yang diinisiasi oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster, ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa pembangunan di Bali tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh dimensi kultural dan spiritual. Pelayanan di RS Bali Mandara dianggap menjadi refleksi keberpihakan pemerintah terhadap peran strategis para pemuka agama dalam menjaga keseimbangan tatanan kehidupan di Bali.
Penghormatan ini dianggap sebagai bentuk implementasi nilai-nilai lokal ke dalam sistem birokrasi dan pelayanan publik yang profesional namun tetap berbudaya.
Menutup pernyataannya, Ida Mpu Brahmananda berharap agar nilai-nilai luhur dalam melayani Sulinggih ini dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi sektor lain. Beliau juga mendorong agar Standar Operasional Prosedur (SOP) yang memuliakan tokoh spiritual ini dapat diadopsi oleh rumah sakit swasta di seluruh Bali, sehingga terjadi pemerataan standar penghormatan bagi para Pandita.
Pengakuan dari tokoh agama ini semakin memperkuat legitimasi publik terhadap kepemimpinan Gubernur Wayan Koster dalam menghadirkan kebijakan yang inklusif dan berakar pada tradisi, yang akhirnya memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas, khususnya bagi mereka yang mendedikasikan hidupnya pada jalan spiritual. (*)

