UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Optimalkan Layanan Dasar, Ketua TP PKK Selemadeg Timur Monitoring Implementasi 6 SPM di Posyandu Banjar Wani

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Selemadeg Timur melakukan kunjungan Rabu (15/4) di Posyandu Br. Wani, Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur. (Foto: Istimewa) 

SUARABANTAS.COM, Tabanan – Dalam upaya memastikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di sektor kesehatan tingkat desa, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Selemadeg Timur melakukan kunjungan lapangan langsung untuk memantau aktivitas posyandu di wilayahnya.

Kegiatan monitoring tersebut difokuskan pada penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang dilaksanakan di Posyandu Banjar Wani, Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, pada Rabu (15/4/2026).

Monitoring ini bertujuan untuk mengawasi secara langsung bagaimana layanan kesehatan dasar diberikan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita dan lansia. Ketua TP PKK Selemadeg Timur turun langsung untuk meninjau ketersediaan sarana, kinerja kader, serta akurasi pendataan yang menjadi fondasi utama dalam pencapaian target 6 SPM kesehatan di tingkat banjar.

"Langkah pemantauan ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap warga di Desa Gadungan mendapatkan hak layanan kesehatan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah," ungkap pihak penyelenggara di sela-sela kegiatan.

Dalam kunjungannya, tim monitoring mengamati proses pelayanan yang meliputi pengukuran antropometri, pemberian nutrisi tambahan, serta edukasi kesehatan bagi ibu dan anak. Lokasi kegiatan yang berpusat di Banjar Wani menjadi titik ukur efektivitas program kesehatan yang dikelola oleh kader posyandu setempat di bawah naungan Pemerintah Desa Gadungan.

Pencapaian 6 SPM ini diharapkan tidak hanya sekadar memenuhi laporan administratif, tetapi benar-benar berdampak pada penurunan angka stunting dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Selemadeg Timur secara berkelanjutan.

Melalui monitoring berkala seperti ini, kendala yang ditemukan di lapangan dapat segera dievaluasi dan dicarikan solusinya guna memperkuat ketahanan kesehatan di tingkat paling bawah. (*)