UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Turnamen Ceki Banjar Adat Kerti Wimbha: Sinergi Olahraga Rekreasi dan Penggalian Dana Upacara

Turnamen Ceki di Balai Banjar Adat Kerti Wimbha, Bongan Kauh, Desa Bongan Tabanan dihadiri langsung Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga pada Minggu (5/4). (Foto: Istimewa) 

SUARABANTAS.COM, Tabanan – Dalam rangka menyukseskan persiapan upacara adat, Panitia Karya Ngenteg Linggih Banjar Adat Kerti Wimbha menggelar turnamen ceki sebagai wadah penggalian dana. Kegiatan yang memadukan unsur olahraga rekreasi dan semangat gotong royong ini dipusatkan di Balai Banjar Adat Kerti Wimbha, Bongan Kauh, Desa Bongan, Tabanan.

Acara yang berlangsung pada Minggu (5/4/2026) tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Kehadiran jajaran pemerintahan, termasuk anggota DPRD Provinsi Bali, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, serta unsur pimpinan kecamatan, menegaskan dukungan terhadap inisiatif kreatif masyarakat di tingkat banjar.

Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan instrumen penting dalam mendukung pembiayaan operasional *Karya Ngenteg Linggih* di Pura Mundak Sari Bongan. Melalui partisipasi para peserta, panitia berharap dapat mengumpulkan dana yang cukup guna kelancaran seluruh rangkaian upacara suci tersebut.

Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap pola kemandirian masyarakat Bongan. Menurutnya, kreativitas dalam menyusun format acara sangat krusial agar tujuan sosial dapat tercapai tanpa meninggalkan aspek kebersamaan.

"Kami sangat mengapresiasi kreativitas panitia. Kegiatan ini mampu menyatukan hiburan, rasa kebersamaan, dan tujuan sosial yang mulia bagi pura dan masyarakat setempat," ujar Wabup Dirga.

Dalam sudut pandang kompetisi, Wabup Dirga menekankan bahwa ceki kini telah bertransformasi menjadi bagian dari olahraga rekreasi masyarakat. Ia mengimbau agar seluruh peserta menjaga sportivitas dan memastikan turnamen tetap berjalan dalam koridor yang kondusif.

"Dalam konteks ini, permainan ceki adalah rekreasi dan olahraga masyarakat. Penting bagi kita semua untuk menjaga agar pelaksanaannya tetap tertib, aman, dan mematuhi norma-norma yang ada," tegasnya di hadapan para tokoh masyarakat dan peserta.

Keberhasilan penyelenggaraan turnamen ini diharapkan menjadi percontohan bagi banjar lain dalam mengelola kegiatan komunal yang mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus menjaga kerukunan antarwarga melalui aktivitas olahraga yang populer. (*)