Pertemuan tersebut berfokus pada rencana perbaikan jalan Pengrarung Adeng yang menjadi aspirasi utama warga setempat. Masyarakat mengharapkan akses jalan ini dapat dibeton secara permanen mengingat jalurnya memiliki peran vital, khususnya dalam menunjang kelancaran prosesi upacara adat pitra yadnya.
Merespons kebutuhan mendesak warga, I Made Muskadana menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan berupa material bangunan demi mendukung pengerjaan proyek tersebut.
Klian Adat Banjar Bantas Bale Agung, I Ketut Darmika, menjelaskan bahwa koordinasi ini sangat penting untuk menyelaraskan waktu pelaksanaan tradisi ngruak—upacara penyucian lahan secara adat—sebelum proses fisik betonisasi jalan dimulai secara swadaya oleh warga.
Kehadiran bantuan material tersebut diproyeksikan dapat mengoptimalkan semangat gotong royong warga di lapangan. Muskadana menegaskan bahwa pembenahan fasilitas publik merupakan bagian dari komitmen pelayanannya kepada konstituen. Infrastruktur jalan yang kokoh tidak hanya mempermudah mobilitas kegiatan keagamaan, tetapi juga memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan dan perekonomian masyarakat sekitar. (*)

