SUARABANTAS.COM, Selemadeg – Panitia Pelaksana Bimbingan Teknis (Bimtek) Lokal dan Studi Banding Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari empat kecamatan di Kabupaten Tabanan, yaitu Selemadeg Timur, Selemadeg, Selemadeg Barat, dan Pupuan, secara resmi dibubarkan. Acara pembubaran yang dirangkai dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban ini berlangsung khidmat pada hari Sabtu, 26 Juli 2025, bertempat di Selemadeg.
Rapat pembubaran panitia dibuka oleh I Wayan Suarya, yang menjabat sebagai Sekretaris Panitia. Dalam sambutannya, Suarya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh anggota panitia dan pihak terkait yang telah mendukung kelancaran kegiatan bimtek dan studi banding ini.
Selanjutnya, giliran Ketua Panitia, I Ketua Panitia Drs. I Ketut Swastika, M.M menyampaikan sambutan sekaligus laporan pertanggungjawaban atas seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan. Dengan nada semangat Ketua Panitia mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas dedikasi, dukungan, dan kerja sama luar biasa dari seluruh anggota panitia. "Tanpa dukungan dan kerja keras kita semua, acara bimtek lokal dan studi banding ini tidak akan terlaksana dengan sukses," ujarnya.
![]() |
Pembubaran panitia bimtek lokal dan studi banding, turut hadir Ketua Asosiasi BPD Kecamatan Selemadeg Timur, Selemadeg, Selemadeg Barat dan Pupuan |
Kegiatan bimtek lokal tanggal 27 Juni 2025 dan studi banding 29 Juni - 3 Juli 2025 merupakan inisiatif penting untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman anggota BPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai perwakilan masyarakat desa. Keberhasilan acara ini tidak lepas dari perencanaan yang matang dan eksekusi yang solid oleh seluruh anggota panitia.
Sebagai simbol berakhirnya masa tugas, acara dilanjutkan dengan prosesi pembubaran panitia secara resmi. Pembubaran ini menandai selesainya seluruh rangkaian tanggung jawab kepanitiaan, dari persiapan hingga pelaksanaan dan pelaporan. Meski telah dibubarkan, semangat kebersamaan dan pembelajaran yang didapatkan diharapkan terus melekat pada setiap anggota BPD dan menjadi bekal berharga dalam pengabdian mereka kepada masyarakat di masing-masing desa. (Adi)