UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Tradisi Bhakti Pepranian Tandai Berakhirnya Karya Ngusaba Kadasa Saka 1948

SUARABANTAS.COM, Bangli – Ribuan Krama Desa Adat Batur memadati pelataran Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, untuk menghaturkan Bhakti Pepranian sebagai bagian dari prosesi Penyineban Karya Ngusaba Kadasa, Minggu (12/4/2026). Ritual ini merupakan simbolisasi rasa syukur kolektif masyarakat atas berkat kesuburan alam dan melimpahnya hasil bumi.

Bhakti Pepranian yang digelar pada penutupan upacara tahun Saka 1948 ini menjadi momen sakral yang dipandu oleh Jro Gede Batur dan Ida Dalem Semaraputra. Prosesi ini tidak hanya sekadar ritual formal, melainkan bentuk komunikasi spiritual antara manusia dengan Ida Bhatara yang berstana di Pura Ulun Danu Batur sebagai penguasa danau dan sumber air.

"Haturan ini adalah wujud syukur kami atas anugerah kesuburan yang diberikan oleh Sang Pencipta," ujar perwakilan panitia di sela-sela upacara.

Selain dihadiri oleh warga setempat, upacara ini juga disaksikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra. Kehadiran pejabat publik di tengah riuh rendahnya krama adat menunjukkan betapa pentingnya Pura Ulun Danu Batur sebagai salah satu pilar spiritual utama (Pura Sad Kahyangan) di Pulau Dewata.

Melalui Penyineban ini, Jro Gede Batur berharap anugerah amerta urip dan amerta pikayun senantiasa mengalir bagi seluruh umat di Bali, membawa keseimbangan bagi alam beserta isinya. Dengan berakhirnya prosesi ini, seluruh rangkaian ritual Karya Ngusaba Kadasa secara resmi dinyatakan selesai. (*)