UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

Waspada Wabah Lalat di Kintamani, Putri Koster Ajak Warga Kelola Sampah Berbasis Sumber

Ketua TP PKK Bali, Putri Koster, saat mensosialisasi program di Desa Pinggan, Sukawana, dan Kintamani (24/4), mengajak warga untuk memutus rantai perkembangbiakan lalat melalui manajemen sampah. (Foto: Istimewa) 

SUARABANTAS.COM, Kintamani – Peningkatan populasi lalat di wilayah Kecamatan Kintamani kini menjadi perhatian serius Tim Penggerak PKK Provinsi Bali. Kondisi ini dinilai sebagai ancaman kesehatan masyarakat karena lalat merupakan vektor utama penyebaran berbagai penyakit pencernaan dan infeksi.

Menanggapi fenomena tersebut, Ketua TP PKK Bali, Putri Koster, saat mensosialisasi program di Desa Pinggan, Sukawana, dan Kintamani (24/4/2026), mengajak warga untuk memutus rantai perkembangbiakan lalat melalui manajemen sampah yang ketat. Menurutnya, kebersihan lingkungan adalah kunci utama agar populasi lalat tidak meledak dan mengontaminasi sumber pangan warga.

"Pola hidup sehat harus dimulai dengan pemilahan sampah sejak dari sumbernya di rumah tangga," ujar Putri Koster. Ia merincikan mekanisme pengelolaan yang ideal:

Sampah Organik: Diolah secara mandiri di tingkat rumah tangga agar tidak membusuk di tempat terbuka dan mengundang lalat.
*Sampah Anorganik Dipilah untuk disalurkan ke Tempat Pengolahan Sampah *Reduce-Reuse-Recycle  (TPS3R) atau ditangani sebagai residu yang terorganisir.

Edukasi ini diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan yang asri, tetapi juga menjadi fondasi kesehatan berkelanjutan bagi masyarakat Kintamani melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). (*)