![]() |
| Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga membuka lomba layang-layang Buduh Kite Festival IV. (Foto: Istimewa) |
SUARABANTAS.COM, Tabanan — Kemeriahan mewarnai kawasan Subak Lanyah Banjar Wanasara, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, saat gelaran Buduh Kite Festival IV resmi bergulir pada Minggu (2/8/2026). Ajang kejuaraan layang-layang tahunan yang digagas oleh Sekaa Truna (ST) Panca Dharma ini berhasil menyedot perhatian publik dengan menghadirkan sekitar 1.000 peserta yang bertanding melestarikan tradisi serta seni budaya Bali.
Atmosfer kompetisi yang sarat akan semangat gotong royong tersebut turut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Kehadiran jajaran pemerintah daerah, perwakilan DPRD Provinsi Bali, DPRD Kabupaten Tabanan, Sekcam Tabanan, hingga para tokoh adat setempat menegaskan dukungan penuh terhadap ruang kreasi pemuda di bidang seni tradisional ini.
![]() |
| I Made Dirga Wakil Bupati Tabanan menghadiri Buduh Kite Festival IV Minggu (2/8) di Subak Lanyah, Banjar Wanasara, Desa Bongan, Tabanan. (Foto: Istimewa) |
Dalam sambutannya, Wakil Bupati I Made Dirga memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran panitia ST. Panca Dharma serta seluruh elemen masyarakat yang berkolaborasi menyukseskan perlombaan. Menurutnya, kesuksesan kejuaraan skala besar ini tidak lepas dari sinergi kokoh antar pemuda dan tokoh masyarakat.
"Persatuan merupakan awal dari sebuah keberhasilan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan senantiasa menjaga kekompakan serta memperkuat koordinasi dengan tokoh adat maupun pemerintah desa agar setiap kegiatan dapat berjalan tertib, aman, dan lancar," ujar Wabup Dirga.
Selain menjadi ajang unjuk kebolehan para rare angon (pecinta layang-layang), kejuaraan ini menjadi wadah edukasi budaya dan penguat solidaritas antarwarga. Antusiasme seribu peserta yang memadati areal persawahan Subak Lanyah membuktikan bahwa ajang olahraga tradisional layang-layang tetap menjadi daya tarik utama dalam menjaga warisan leluhur di Kabupaten Tabanan. (*)


