UY0EvzZgeEEo4KiQ1NIivy9VYY1PQHFF9n6p7Enr
Bookmark

BRIN dan Anggota DPR RI Latih Warga Tabanan Olah Sampah Jadi Maggot Bernilai Ekonomi

Bimbingan teknis pengelolaan sampah organik menjadi maggot sebagai pembicara Anggota DPR RI, I Nyoman Parta bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Jumat, (22/8) di Green House Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. (Foto: Istimewa) 

SUARABANTAS.COM, Tabanan – Bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Anggota DPR RI I Nyoman Parta menggelar bimbingan teknis (bimtek) pengolahan sampah organik menjadi maggot. Kegiatan yang bertujuan menciptakan nilai ekonomi dari limbah tersebut digelar pada Jumat, 22 Agustus 2025, di Green House Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Acara ini dihadiri oleh beragam peserta, mulai dari kepala desa, komunitas lingkungan, hingga para pelaku ekonomi kreatif. Mereka dilatih untuk mengolah sampah organik, yang sering dianggap tidak bernilai, menjadi pakan alternatif berkualitas tinggi untuk ayam petelur.

Menurut I Nyoman Parta, inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pengurangan tumpukan sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan. Maggot yang dihasilkan dari proses ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan ayam petelur, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas telur yang dihasilkan.

"Dengan pakan berbahan dasar organik ini, ayam petelur dapat tumbuh lebih baik, sehingga menghasilkan telur yang higienis, sehat, dan tentunya mendukung ketahanan pangan masyarakat," jelasnya.

Pihak BRIN menambahkan bahwa kesadaran masyarakat akan kesehatan saat ini semakin meningkat. Konsumen kini tidak lagi hanya mencari harga murah, melainkan lebih memprioritaskan kualitas dan kesehatan produk.

"Telur yang dihasilkan dari ayam yang dipelihara dengan pakan organik akan memiliki pangsa pasar yang berbeda, jadi tidak sama dengan telur biasa. Nilainya tentu lebih tinggi," ungkap perwakilan BRIN.

Selain itu, bimtek ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis inovasi ramah lingkungan. Para peserta mendapatkan pelatihan komprehensif, dari cara mengelola sampah rumah tangga hingga teknik budidaya maggot yang tepat.

Melalui kegiatan ini, BRIN dan I Nyoman Parta berharap masyarakat Tabanan dapat menjadi pelopor dalam pengolahan sampah organik secara produktif. Hal ini diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal. (*)